
Purbalingga – Mendekati akhir tahun 2022, Dinporapar Purbalingga terus gencarkan pengembangan sektor pariwisata. Hal itu diperkuat dengan adanya pembenahan kelembagaan di kelompok sadar wisata oleh para tenaga ahli pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ir. Prayitno, M.Si yang memimpin Rapat Evaluasi Tenaga Ahli Pariwisata menyampaikan, “Goals dari desa wisata, jumlah kunjungan wisata,” ujar Kadin Prayitno. Dinas datang ke desa wisata melaksanakan pembinaan dan kelembagaan, “buat paket unik, ayo desa wisata gawe paket sek unik yang tidak ada di tempat lain,” jelas Kadin.
Ada kecenderungan desa membuat bangunan, padahal desa wisata itu kearifan lokal, seni budaya, kuliner, suvenir yang belum disadari masing-masing pengelola desa wisata. Pihak Dinas maupun tenaga ahli sudah memberikan bimbingan untuk desa wisata diajak maju.
Kepala Bidang Pariwisata Gunanto Eko Saputro, S.Hut. M.Si menyampaikan, “Kunjungan wisata Purbalingga sampai bulan Oktober 2022 sebanyak 1.851.773 wisatawan,” ujarnya. Capaian tersebut sudah melewati target kunjungan yaitu 1.850.000 wisatawan. Dari total tersebut, kunjungan ke objek wisata sebanyak 80% dan desa wisata 20%. Desa Wisata Serang mendapatkan kunjungan tertinggi, disusul Karangcegak, Tanalum, Tlahab Kidul, serta Gunungwuled.
Rapat Evaluasi Tenaga Ahli Pariwisata hari Rabu (16/11) dihadiri oleh Muhammad Kholik, Budi N. Utomo, Aris Widianto dan B. Eddy Siswondo bertempat di Warung Kopi Sangit. Muhammad Kholik melaksanakan program dan pendampingan sekitar 4-5 desa dari 8 desa yang dimapping. Konsep wisata Live In, Youthcamp, Edu Camp, Familiy Camp, dan Konservasi diterapkan di desa Karangjengkol serta pengembangan di desa Serayu Larangan dan Kramat.

Budi N. Utomo fokus pada desa wisata Cluster Rembang meliputi Desa Wisata Tanalum, Desa Wisata Panusupan dan Desa Wisata Gunungwuled. Trigger utama di Rembang MTL Jenderal Besar Soedirman sekaligus objek wisata yang dikembangkan. Aris Widianto fokus pada pengembangan SDM dibidang kepemanduan, sebanyak 100 pemandu sudah tersertifikasi. Sedangkan B. Eddy S. berperan dalam pengembangan kolaborasi desa wisata ‘karang’ yaitu Karangjengkol, Karangbanjar dan Karangcegak. Pokdarwis Desa Wisata Karangcegak sudah dibantu kelembagaan yaitu pembuatan NIB. Termasuk trial paket wisata di Karangbanjar sudah diujicobakan dan berjalan.
Kepala Dinas sampaikan terima kasih dan apresiasi kinerja para Tenaga Ahli bidang Pariwisata selama 6 bulan terakhir. Nantinya akan dilakukan audiensi dengan Bupati serta rekomendasi yang diberikan. Kadin berharap meskipun masa tugas tenaga ahli sudah selesai, harapannya mereka tetap memberikan sumbangsih pemikiran dan pengembangan pariwisata di Purbalingga.